Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2008

..." OUTing"....

"YKII Therapist dan Sibling Outing"


YKII mengadakan kegiatan refreshing yang bertemakan "YKII Therapist and sibling outing" di Taman Nasional Ujung Kulon pada tanggal 15-17 Agustus 2008. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan apresiasi antara semua pihak yang selama ini telah membantu kegiatan YKII, peserta outing ini adalah orang tua, sibling, terapis, relawan, aid teacher dan wartawan dari Radar Bogor yang semuanya ada 25 orang.



Dalam outing ini juga disetujui dan ditandatangani ikrar pegiat YKII Yang berisi pernyataan :

Saya pegiat YKII sadar bahwa :

  1. Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya.
  2. Anak adalah tunas, potensi dan generasi penerus, yang oleh karenanya ia perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial untuk menjadi manusia berakhlak mulia.
  3. Anak penyandang autisma dan spektrumnya adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan pervasif sehingga apa yang normal baginya tidak normal bagi orang lain dan apa yang normal bagi orang lain tidak normal baginya.
  4. Dengan ilmu pengetahuan, kesabaran, kasih sayang, kegigihan dan keikhlasan serta rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, autisma dan spektrumnya dapat diatasi sehingga anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang, hidup mandiri serta berpartisipasi secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Atas kesadaran tersebut saya berikrar untuk :

  1. Selalu memberikan perlindungan kepada anak penyandang autisma dan spektrumnya baik secara langsung atau tidak langsung, diminta atau tidak diminta, agar anak terhindar dari tindakan diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiyayaan, ketidakadilan, dan tindakan salah lainnya oleh orang lain secara sengaja.
  2. Selalu senantiasa mendharma-bhaktikan pengetahuan dan ketrampilan saya dalam upaya mengalahkan autisma dan spektrumnya.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati saya.

Senin, 28 Juli 2008

OUTBOUND

AUTISM IN INDEPENDENCE DAY

Dalam acara rutin yang diadakan YKII yaitu salah satunya outbound, YKII akan menyelenggarakan outbound pada :
Hari/ Tanggal : Minggu, 24 Agustus 2008
Jam : 07.00-15.00 WIB
Tempat : Restoran Kebon/ Jala-Jala di Rancamaya Bogor
Bersama ini kami mengundang para orangtua Anak Spesial Need, dan umum untuk mengikuti acara outbound ini. keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Sekretariat YKII (0251-336615)


sudah termasuk games Outbound ( Flying Fox, Jaring Kargo, Elvis Walk, Double Line, Origami, Transfer Ball) dan makan siang

YKII THERAPIST AND SIBLING OUTING

YKII akan mengadakan acara jalan-jalan bersama/refreshing yang diikuti oleh para terapis, sibling, relawan dan pengurus ke Taman Nasional Ujung Kulon (Pulau Peucang) pada tanggal 15-17 Agustus 2008. Kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yaitu terapis dan para relawan atas kerjasamanya selama ini ikut aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IKI/YKII. Semoga untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya akan semakin banyak pihak yang ikut membantu dan berperan serta dalam mensukseskan kegiatan-kegiatan tersebut.

KHITANAN BERSAMA



"AUTIS PEDULI SAHABAT"

YKII telah melaksanakan khitanan bersama pada tanggal 6 Juli 2008 dengan metode Tara Klamp bertempat di sekretariat YKII di Taman Cimanggu Bogor, diikuti oleh 17 anak yang terdiri dari 11 anak special Need (ASN), 5 sabahat (dhuafa) dan 1 sibling. Peserta sahabat adalah anak yang tergolong kurang mampu dan mendapat bantuan biaya dari para dermawan (orang tua ASN), yang merupakan misi dari kegiatan khitanan bersama ini yaitu bentuk kepedulian dari YKII atau anggota terhadap anak yang kurang mampu.


Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB, dimulai dengan arak-arakan delman yang mengantarkan anak berkeliling di komplek perum. taman cimanggu untuk menyenangkan anak-anak yang akan dikhitan. Dan dilanjutkan dengan khitan yang dipimpin oleh dr. Yuniar Pukuk kesuma (Tara Klamp Licensed) dan dibantu oleh 1 orang perawat dan 2 dokter lain serta dibantu oleh para relawan untuk mendampingi anak dan orang tua.



Khitan tersebut dilaksanakan dengan cara bergiliran, satu anak ditangani oleh satu dokter dan dibantu oleh perawat/paramedis dan beberapa relawan untuk membantu menenangkan anak selama dokter memasang alat (ring) pada anak. Proses khitan berlangsung sampai jam 11.30 WIB, dan berlangsung dengan lancar. Anak diperiksa lagi dan ring dilepas seminggu sesudahnya.

Reaksi anak bermacam-macam ada yang penuh percaya diri pada awalnya namun kemudian takut, ada yang tidak mau, takut, namun hanya ketika awal dan saat khitannnya. sesudahnya anak tenang dan bahkan ada yang langsung bisa beraktifitas lagi dengan tengkurap dan menggambar, meski kelihatannya dia masih merasa ada yang nempel di bagian tubuhnya.

Setelah anak mendapat giliran langsung bisa pulang dan kontrol lagi dengan dokter seminggu sesudahnya di YKII.

Atas dukungan dari semua pihak, yaitu orangtua, dokter, paramedis dan relawan, khitan bersama ini bisa berjalan dengan lancar.

Senin, 26 Mei 2008

KHITANAN BERSAMA

“AUTIS PEDULI SAHABAT”


Minggu, 6 Juli 2008
Di Sekretariat YKII :
Jl. Boulevard Blok O.1 No 16 Ruko Baru Taman Cimanggu Bogor, Telp : 0251-336615
Jam : 07.00-13.00

Ikatan Keluarga Istimewa / IKI (Sekarang Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia/YKII) Mengajak Keluarga anak penyandang autis untuk melaksanakan khitan bersama anak dhuafa yang akan dilakukan dengan menggunakan metoda ring.

Peserta :
  1. Anak penyandang autis
  2. Sahabat yang disponsori oleh orang tua anak penyandang autis
  3. Sahabat yang disponsori oleh dermawan

Syarat Peserta :

  1. Usia anak 4-14 tahun
  2. Jumlah peserta dibatasi 50 anak yang terdiri dari 15 anak penyandang autis, 15 anak sahabat yang disponsori oleh orang tua anak penyandang autis, 20 anak dhuafa yang disponsori oleh dermawan

Tenaga pelaksana khitanan bersama :

  1. Tim Medis
    3 orang dokter dan 3 orang perawat yang dipimpin oleh dr. Yuniar (Orang tua Fachri-Penyandang autis)
  2. Tim terapis dan pendamping anak
    10 Orang yang terdiri dari praktisi terapis, sahabat istimewa (relawan yang peduli terhadap anak penyandang autis)


Biaya :
Rp. 400.000,-/anak sudah termasuk tindakan medis (khitan) dan bingkisan untuk anak

Metode :

Metode ring (Tara Klamp)

Pada metode ini ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin yang terbuat dari karet (silicon), biasanya ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Proses sunat itu sendiri cukup singkat, sekitar 3-5 menit.

Keunggulan :

  • Tanpa jahitan
  • Tanpa perban
  • Tanpa perdarahan
  • Mencegah infeksi
  • Langsung dapat beraktifiitas

Formulir Pendaftaran

Nama peserta : …………………………………………………………
Nama orang tua peserta : …………………………………………………………
Nama sahabat : …………………………………………………………
Alamat : …………………………………………………………

Biaya khitan dapat ditransfer ke rekening Bank Mandiri Cab.Bogor a/n.Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia : 133.000.708.5574 (bukti transfer harap di fax ke : 0251 – 312687)

Senin, 28 April 2008

BAZAAR AUTISM AWARENESS EXPO DI SUCOFINDO JAKARTA


Dalam bulan Peduli Autis 2008, salah satu aksi IKI adalah menjadi peserta bazaar dalam "Autism Awareness Expo yang diadakan oleh Yayasan Autisma Indonesia tanggal 26 - 27 April 2008. Selain sebagai peserta bazaar IKI juga ikut dalam pameran Lukisan yang memamerkan hasil lukisan anak-anak autis yaitu lukisan ananda Nadira Irina Chairunnisa (9 tahun) dan ananda Dito Fauzan P (11 tahun).



Dalam "Autism Awareness Expo 2008, YAI mengadakan seminar yang diadakan selama 2 hari, hari pertama dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Ibu Siti Fadillah Supari.

Pada pembukaan ditampilkan Pentas Seni yang dimeriahkan oleh anak-anak Autis sendiri, anak-anak tersebut menampilkan kelebihan mereka masing-masing dihadapan para peserta seminar dan masyarakat luar, pentas seni yang mereka tampilkan permainan Biola oleh Osya, baca puisi, permainan angklung dan ada juga yang menyanyi lhooo....

IKI membuka stand bazaar yang menyajikan informasi seputar kegiatan IKI, juga menjual buku yang diterbitkan oleh IKI yaitu Lukisanku, Duniaku dan buku "Persembahan untuk Anakku, Perjuangan Penyembuhan Autisme melalui Terapi Lumba-Lumba" hasil kerjasama IKI dan Arga Publishing. Untuk buku yang kedua sudah bisa didapatkan di toko-toko buku.

Selasa, 08 April 2008

Pameran Lukisan


Lukisan-Lukisan yang dipamerkan

Dalam Rangka bulan peduli autis IKI diberikan kesempatan untuk mengikuti pameran lukisan di BOTANI square, alhamdullillah... berjalan dengan lancar. Sambil memamerkan lukisan-lukisan ananda tercinta juga launching buku pertama IKI yang berjudul 'Lukisanku Duniaku'. Banyak pengunjung bertanya-tanya, apa ini lukisannya langsung? apakah nyontek? mereka terkagum-kagum akan karya anak-anak kita setelah kita jelaskan bahwa itu murni hasil karya mereka dan dapat dibaca dibukunya bagaimana kisah dibalik lukisan tersebut hingga dapat diselesaikan.

Begitu banyaknya pengunjung dan dari berbagai kalangan, mulai yang tidak mengerti autis, guru yang ingin tahu lebih banyak tentang ABK, apalagi sampai bisa menghasilkan sebuah karya, bahkan orang tua yang memiliki ABK tapi malu mengajaknya bersosialisasi, dan banyak lagi yang memasuki stand kita IKI dengan pandangan bertanya-tanya. Semoga dengan telah berjalan dengan lancarnya pameran ini IKI bisa lebih eksis lagi,dan dapat bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkannya.



Panitia dan Relawan dalam Acara Pameran Lukisan


Ayo....teman-teman bergabunglah bersama kami di IKI, semoga IKI merupakan wadah bagi anak-anak kita dengan segala keterbatasannya untuk menuangkan bakat dan karyanya dengan maksimum.
(Marisi S.-Mama Raka)

Jumat, 04 April 2008

Pameran Lukisan IKI

Dalam rangka menyambut Bulan Peduli Autis Internasional, di Bulan April ini Ikatan Keluarga Istimewa Bogor mengadakan Pameran Lukisan karya anak-anak penyandang Autis di Botani Square Kota Bogor. Acara tersebut diadakan pada:

  • Hari : Sabtu & Minggu
  • Tanggal : 5 - 6 April 2008
  • Jam : 10.00 – 15.00
  • Tempat : Botani Square Lt. 1

Lukisan yang dipamerkan adalah 23 lukisan yang terkumpul pada Lomba Melukis 2007 yang diselenggarakan di penghujung bulan Desember 2007 lalu yang diselenggarakan oleh IKI bekerja sama dengan PT Triman Sentosatama.

Dalam pameran lukisan ini, IKI juga menghadirkan buku katalog lukisan yang berjudul : Lukisanku, duniaku, warna adalah jiwaku, goresan adalah kata-kataku. Di dalam buku ini berisi tentang seputar autisma dan permasalahannya , artikel tentang perkembangan menggambar pada anak terutama special needs, serta cerita dibalik lukisan yaitu cerita dari orangtua atau terapis tentang gambar yang dilukis oleh anak-anak tersebut dan juga tentang riwayat cerita tentang anak itu sendiri.

Kami berharap dengan kegiatan pameran lukisan ini-Di Bulan Peduli Autis-adalah masyarakat umum, pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya tergugah untuk berbuat lebih banyak lagi untuk anak-anak spesial ini. karena pada dasarnya mereka juga mempunyai kemampuan dan kelebihan sebagaimana anak-anak lain pada umumnya

Senin, 07 Januari 2008

Lomba Melukis IKI - 2007

IKI bekerja sama dengan PT Triman Sentosatama Jakarta menyelenggarakan lomba melukis untuk anak-anak penyandang autism segala umur, pada tanggal 2 Desember 2007 sampai 2 Januari 2008. Dalam pelaksanaan lomba melukis, anak-anak melukis di rumah dan hasilnya dikumpulkan di Sekretariat IKI. Lukisan yang dikirimkan menjadi milik IKI, kecuali 6 lukisan terpilih akan digunakan untuk dekorasi kantor PT Triman Sentosatama.

Pemilihan lukisan terpilih dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2008, pada saat pertemuan bulanan anggota, di kediaman Bapak Jaya Sukmana, perumahan Pandan Valley Blok B1 No. 2 Bogor.

Pada lomba ini telah diterima 23 lukisan, hasil karya dari 18 anak penyandang autis dengan rentang usia mulai 6 sampai 12 tahun. Dari 23 lukisan tersebut telah terpilih 6 lukisan yang akan menerima hadiah berupa uang sebesar Rp. 250.000,00 untuk anak dan Rp. 150.000,00 untuk orangtua atau terapis yang membimbing anak atau sekolah tempat anak belajar (tergantung siapa yg ditunjuk/ditetapkan oleh anak).

Penentuan 6 lukisan terpilih tersebut kami lakukan berdasarkan :

a. Ketepatan ukuran, yaitu 60 cm x 40 cm bidang gambar, landscape dengan sisi putih masing masing 5 cm ke ujung kertas pada ke-4 sisinya. Gambar yang tepat mendapat nilai 3, sedangkan yang tidak sesuai mendapat nilai 1.

b. Ketepatan waktu penyerahan, yaitu Tgl. 2 Januari 2008. Gambar yang diterima sebelum atau pada tanggal 2 Januari 2008, Mendapat nilai 3, sedangkan yang diterima sesudahnya mendapat nilai 1.

c. Kesesuaian Judul dengan lukisan. Dengan nilai sebagai berikut : Tidak Sesuai = 1, Mendekati = 2, Sesuai = 3.

d. Keindahan. Dengan nilai : Indah = 1, Indah sekali = 2, Sangat indah sekali = 3

Kriteria tersebut kami tetapkan setelah mempertimbangkan bahwa :

1) Perkembangan kemampuan menggambar anak pada umumnya melalui beberapa tahap sejalan dengan usianya,

2) Perkembangan kemampuan menggambar anak penyandang autis sangat spesifik dan berbeda dengan anak pada umumnya dan berbeda pula antara anak satu dan lainnya yang seusia,

3) Ketepatan ukuran dan waktu sudah disebutkan dalam persyaratan lomba,

4) Kesuaian Judul : adalah mencocokkan antara judul yang diberikan dan lukisannya.

5) Keindahan : dapat mewakili atau merupakan penjumlahan dari beberapa aspek teknis sebuah lukisan, yaitu : pemilihan warna, bentuk goresan/sapuan, detil objek, kreatifitas dan lain-lain..

Cara penentuan :

1) Setiap lukisan diberi nomor urut dan ditempelkan pada corrugated plastik berwarna hitam ukuran : 60 x 90 Cm.

2) Setiap lukisan ditampilkan selama 1 menit secara bergiliran untuk dinilai oleh tim penilai.


Tim Penilai :

1) Adalah semua anggota IKI yang hadir pada pertemuan bulanan, Tanggal 6 Januari 2008.

2) Tim penilai tidak mempunyai hubungan dengan anak peserta, baik untuk terapi maupun keluarga.

3) Jumlah Tim Penilai setelah diseleksi berdasarkan ketentuan diatas ada sebanyak 7 orang.


6 Lukisan yang terpilih adalah hasil karya dari :

1. Nadira Irina Chairunnisa (9 thn), dengan judul : Mobil di Jalan Raya



2. Tohiro Desnanda (11 thn), dengan judul : Pantai Lovina dan Pekarangan Rumahku






3. Nisrina Indah Puspitasari (10 thn), dengan judul : Bunga Kembang Sepatu dan Kupu-Kupu



4. Dito Fauzan P. (11 thn), dengan judul : Kendaraan di Jalan Raya



5. Endyea Muladno (10 thn), dengan judul : Ikan dalam Aquarium di Rumahku









Minggu, 08 Juli 2007

Seminar & Workshop Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis


Ikatan Keluarga Istimewa – IKI ( Parent Support Group on Autism ) pada tanggal 20-24 Agustus 2007 akan mengadakan seminar dan workshop terapi lumba-lumba untuk anak autis bertempat di Melka Excellcior Resort, Singaraja, Bali.
Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 20 Agustus 2007 dengan nara sumber : Dr. Melly Budhiman, Ketua Yayasan Autisma Indonesia yang akan menyampaikan keynote speaker pertama tentang “current status anak penyandang autis di Indonesia, dan penanganannya”, Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Prof. Dr Indroyono Soesilo,MSc,Apu akan memberikan kata sambutan, sedangkan Kepala Litbang Departemen Kelautan dan Perikanan tentang peranan penting teknologi kelautan terhadap penelitian mamalia laut untuk terapi anak autis, sebagai keynote speaker kedua.
Pembicara Tamu dari Jepang Mrs Tzusuki Keiko dan Mrs Carla Henco, B.Spec.Ed. dari Australia tentang perkembangan terapi lumba-lumba di Jepang dan Australia. Ir. Agus Cahyadi, MS, peneliti lumba-lumba Departemen Kelautan dan Perikanan, tentang penelitian awal terapi lumba-lumba di Indonesia dan Dr Muniyati Ismail dari Pusat Terapi Yayasan Bina Autis Mandiri, Palembang, tentang perjuangan membangun tempat pendidikan bagi anak autis.
Pada 4 hari berikutnya (tangal 21-24 Agustus 2007), secara berturut-turut akan dilakukan workshop yang merupakan kegiatan terapi khusus kepada 12 anak penyandang autis terpilih. Terapi ini akan dilakukan secara khusus satu persatu dengan didampingi terapis dan seorang pawang lumba-lumba, serta akan dilakukan pengamatan khusus juga terhadap gelombang bioakustik yang dikeluarkan oleh ikan lumba-lumba ketika berinteraksi dengan anak-anak . Terapi perilaku yang saat ini banyak dikenal antara lain adalah dengan metoda ABA (Applied Behavioral Approach), Son Rise, Terapi berkuda, dan Terapi Dolphin.
Terapi dolphin (lumba-lumba) di tanah air yang ada saat ini adalah di Taman Ancol (Jakarta) dan Singaraja, Taman Lovina (Bali), tetapi bagaimana dolphin bisa menjadi alternatif cara terapi untuk penanganan anak penyandang autis belum banyak dikenal secara luas.
Terapi autisma dengan bantuan dolphin (Dolphin Assisted Teraphy, disingkat DAT) dimulai tahun 1973 oleh Dr. Hank Truby, ahli linguistik dan biofonetik bersama Dr. Lilly yang selama 17 tahun telah bersama-sama mengajari dolphin mengerti bahasa inggris, untuk pertama kalinya melibatkan dua anak autis di Miami Seaquarium. Miami, Florida, USA. Hasilnya ternyata dapat memperpanjang rentang perhatian mereka yang semula hanya sekitar 5 menit menjadi 90 menit, bahkan keduanya dapat bekerjasama dalam permainan dengan mamalia laut tersebut.
Ahli Indonesia yang telah mengawali penelitian tentang bioakustik dolphin sebagai sarana terapi anak autis dan spektrumnya adalah Agus Cahyadi, seorang peneliti di Departemen Perikanan dan Kelautan. Sebelumnya beliau telah meneliti bioakustik berbagai jenis ikan. Dari penelitiannya itu Pak Agus kemudian menciptakan dan mendapat hak paten alat pemanggil ikan, suatu alat yang sangat bermanfaat sekali bagi para nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkapannya.
Sejauh ini, sebagian besar di antara kita telah mengenal dolphin (lumba-lumba) sebagai hewan yang lucu, suka bermain, sering ditampilkan pada acara-acara televisi dan film, pertunjukkan di akuarium samudra. Sepanjang sejarah, banyak diceritakan bagaimana dolphin menolong manusia yang tenggelam atau hanyut di laut. Bagaimana terapi lumba-lumba ini mendapat manfaat bagi perkembanganan anak penyandang autis di Indonesia belum diteliti secara mendalam dan juga belum mendapatkan sosialisasi secara meluas kepada masyarakat Indonesia.
Tergerak oleh kenyataan di atas, Ikatan Keluarga Istimewa disingkat IKI adalah suatu perkumpulan yang anggota-anggotanya terdiri atas mereka yang menaruh minat dalam pembinaan dan pendidikan warga istimewa (anak penyandang autis dan spektrumnya), yang berkedudukan di Bogor, Propinsi Jawa Barat akan bekerja sama dengan Melka Excellcior Resort, Singaraja dan Departemen Kelautan dan Perikanan telah bersepakat akan mengadakan “Seminar dan Workshop Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis di Singaraja, Bali”. Seminar ini dapat diikuti oleh para praktisi dan pemerhati terapi autis, para orang tua dan mahasiwa dengan biaya Rp 100.000,-
Donasi untuk kegiatan ini dapat transfer ke Rekening BCA Cab Gatot Subroto Jakarta A/C No 1451085030 . Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi IKI, Tel. 0251-336615, Kontak Person : Sdri. Ayun, Fax. 0251- 380402 atau email : keluargaistimewa@yahoo.co.id

Jumat, 22 Juni 2007

Pelatihan Guru Pendamping


Untuk menghasilkan tenaga yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang cukup mendampingi anak penderita autis di sekolah maupun sehari-hari di rumah, IKI menyelenggarakan Pelatihan Guru Pendamping ( Shadow ) selama 3 hari. Teori diadakan di Sekretariat IKI pada tanggal 18 Maret 2007, dilanjutkan dengan praktek di Sekolah Alam Bogor selama 2 hari pada tanggal 20 dan 22 Maret 2007.

Materi yang diajarkan antara lain : Tumbuh Kembang Anak, mengenal autis dan penanganannya diberikan oleh Ibu Hapsiati, Psi, Mengenal IKI oleh Dr. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS - Ketua IKI dan Motivasi bekerja sebagai Guru Pendamping oleh Musphyanto C.

Praktek dibimbing oleh guru-guru Sekolah Alam yang sudah berpengalaman. Setiap peserta mendapat satu anak secara bergantian pada berbagai sesi kegiatan. Sehingga setiap peserta minimal mendampingi 10 anak yang berbeda pada 2 hari praktek tersebut.

Pelatihan ini diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari : Guru TK /SD, anggota keluarga anak penderita autis dan pemerhati yang ingin berkarya sebagai relawan guru pendamping.

Dalam rencana jangka panjangnya IKI bermaksud mencetak lebih banyak lagi Guru Pendamping ( shadow) untuk membantu anak-anak yang belajar disekolah inklusi, di rumah dan tenaga profesional. (emce)

Peduli Autis di Botany Square


"Gong"nya rangkaian Aksi Peduli Autis yang diselenggarakan IKI dilakukan di Botany Square, Baranangsiang. Bogor pada tanggal 29 April 2007, yang jatuh di hari Minggu.

Selain membagikan booklet Peduli Autis, group musik yang anggotanya terdiri dari pemusik jalanan dan saudara kandung anak autis juga tampil lebih mempesona. Apalagi pengelola mall yang megah dan terbaru di Bogor itu memberikan tempat tepat di pintu masuk utama di depan Starbuck Coffee yang bergengsi.

Pengurus IKI, anggota dan Sahabat Istimewa, semua tampil berseragam polo shirt dengan logo daun Peduli Autis.

" Ya..!!! kita harus think big meskipun mulai dengan langkah yang kecil" kata Pak Muladno - yang datang paling awal dan pulang paling akhir -bersemangat melihat besarnya sambutan dan dukungan masyarakat. (emce)

Sumbangan Buku Seputar Autisme


IKI telah menerima sumbangan buku Seputar Autisme, dari penulisnya Ibu Leny Marijani, BSc sebanyak 200 exemplar. Buku yang disampaikan melalui Ibu Adjeng Sukesmi Pradipto - anggota IKI dan milist Putera Kembara -membuat diskusi dan tanya jawab seputar autisme yang pernah dimuat di milist Putera Kembara.

Oleh IKI buku tersebut digunakan sebagai paket keanggota baru atau diberikan kepada instansi dan organisasi yang bekerjasama dengan IKI, sehingga sangat bermanfaat sekali sebagai bahan informasi.
Untuk pertama kali buku tersebut dibagikan kepada anggota sewaktu acara kumpul-kumpul di Kampus IPB Dramaga, tanggal 24 Juli 2005 yang lalu.

Terima kasih Bu Leny, buku tersebut sangat berguna sekali bagi anggota baru kami dan partner yang memerlukan lebih banyak informasi. (emce)

Stand IKI di Valentine Day


IKI, membuka stand pada Bazaar yang diselenggarakan di Hotel Salak, Bogor pada tanggal 13 Februari 2007. Stand ini dimaksudkan untuk sosialisasi IKI kepada masyarakat Bogor agar diketahui keberadaannya.

Stand yang mempublikasikan Misi dan Visi IKI serta kegiatan yang sudah berlangsung ini, banyak disinggahi oleh pengunjung pameran. IKI juga membagikan selebaran Tak Kenal Maka Tak Sayang, yang menjelaskan hal tersebut. Ibu Castiwi, terapis nampak didampingi oleh Musphyanto C. salah seorang pengurus yang bertugas bergantian jaga di stand itu. (emce)

Kamis, 21 Juni 2007

Fasilitas Bersama


Sehubungan dengan rencana jangka panjangnya IKI telah meresmikan gedung Fasilitas bersama Terapi Autis, pada tanggal 25 Februari 2007 Hari minggu jam 8.00-12.00, diawali dengan senam bersama, setelah itu acara sharing yang dipandu oleh Psikolog Autis, dan anak-anak bermain bersama terapis dan pendamping.

Fasilitas tersebut efektif dapat digunakan oleh semua anggota IKI mulai tanggal 1 Maret 2007. Buka setiap hari mulai jam 09:00 - 17:00, kecuali Jum'at dan hari libur nasional. FBTA ini adalah realisasi dari misi IKI ( Anggaran Dasar, Misi, No. 2 : Menjamin terpenuhinya kebutuhan pembinaan yang layak bagi warga istimewa )

Aksi Peduli di Sta Bogor


Aksi peduli autis terus digelar oleh IKI, dengan menurunkan group musik gabungan antara saudara kandung anak autis (sibling) dengan pemusik jalanan. Kali ini dilakukan di stasiun kereta rel listrik, Bogor pada tanggal 24 April 2007. Seperti hal Aksi peduli yang pertama, di Sta KRL ini juga dibagikan booklet tentang autis dan meja konsultasi.

Aksi Peduli di Taman Kencana

Ikatan Keluarga Istimewa (IKI) melakukan Aksi Peduli Austis di bundaran Taman Kencana dan Lapangan Sempor, Bogor pada hari minggu, tanggal 17 April 2007 Dimulai pada 07:00 s/d 10:00. Aksi tersebut melibatkan para orang tua, terapis, guru pendamping, pemerhati dan relawan yang tergabung dalam IKI. Mereka membagi-bagikan brosur yang memuat penjelasan , tanda-tanda dan perilaku anak penyandang autis kepada masyarakat Bogor yang sedang berolah raga pagi di lokasi tersebut. Aksi turun ke jalan ini juga dimeriahkan oleh pemusik jalanan yang menghibur dengan lagu-lagu country. Pada saat yang sama IKI juga membuka tenda konsultasi dan tanya-jawab seputar autisma bagi masyarakat Bogor yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sindroma tersebut serta membuka pendaftaran bagi masyarakat Bogor yang ingin bergabung menjadi anggota atau relawan (Sahabat Istimewa IKI).