Selasa, 08 April 2008

Buku "Lukisanku, Duniaku"


Sampul Depan


Dalam rangka ikut memberikan kepedulian di Bulan Peduli Autis, IKI mengadakan Pameran Lukisan anak-anak penyandang autis di Botani Square Bogor tanggal 5-6 April 2008, dan juga menguraikan isi dari lukisan tersebut dalam sebuah buku yang berjudul "Lukisanku, Duniaku, warnaku adalah jiwaku, goresanku adalah kata-kataku".


Sampul Belakang


Buku tersebut merupakan bentuk apresiasi, penghormatan, rasa sayang, rasa bangga kami terhadap karya anak-anak yang termasuk ke dalam kelompok anak penyandang autis. selain itu, buku ini juga merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah Yang Maha Kuasa atas segala kepercayaanNya untu menjaga, merawat, memperhatikan dan mendidik anak-anak penyandang autis.
Goresan anak-anak ini membuktikan bahwa anak-anak istimewa ini juga sama dengan anak-anak normal lainnya. Tuhan melengkapinya juga kekuatan-kekuatan jiwa, seperti perasaan, pikiran, akal sehingga merekapun mampu mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya dalam bentuk lukisan. apa yang terjadi di balik lukisan mereka sangat beragam dan menarik dikisahkan oleh orang-orang yang mencintainya.
Rekaman catatan kisah ini merupakan sumbangan dari anak-anak penyandang autis dan keluarga serta orang-orang sekeliling yang mencintainya kepada generasi kini dan di masa datang. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran keikhlasan bagi kita semua.

Jumat, 04 April 2008

Hari Peduli Autis

Mulai tanggal 2 April 2008 yang ditetapkan sebagai "world autism awareness day" oleh united nations (PBB), IKI turut mengucapkan selamat hari peduli autis. Dengan adanya hari peduli autis ini, semoga semakin banyak kalangan yang ikut peduli serta memberikan apresiasi kepada para penyandang Autistic Spectrum Disorder (ASD) dan juga semoga semua turut memberikan dukungan bagi mereka supaya tercapai kemandirian dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Pameran Lukisan IKI

Dalam rangka menyambut Bulan Peduli Autis Internasional, di Bulan April ini Ikatan Keluarga Istimewa Bogor mengadakan Pameran Lukisan karya anak-anak penyandang Autis di Botani Square Kota Bogor. Acara tersebut diadakan pada:

  • Hari : Sabtu & Minggu
  • Tanggal : 5 - 6 April 2008
  • Jam : 10.00 – 15.00
  • Tempat : Botani Square Lt. 1

Lukisan yang dipamerkan adalah 23 lukisan yang terkumpul pada Lomba Melukis 2007 yang diselenggarakan di penghujung bulan Desember 2007 lalu yang diselenggarakan oleh IKI bekerja sama dengan PT Triman Sentosatama.

Dalam pameran lukisan ini, IKI juga menghadirkan buku katalog lukisan yang berjudul : Lukisanku, duniaku, warna adalah jiwaku, goresan adalah kata-kataku. Di dalam buku ini berisi tentang seputar autisma dan permasalahannya , artikel tentang perkembangan menggambar pada anak terutama special needs, serta cerita dibalik lukisan yaitu cerita dari orangtua atau terapis tentang gambar yang dilukis oleh anak-anak tersebut dan juga tentang riwayat cerita tentang anak itu sendiri.

Kami berharap dengan kegiatan pameran lukisan ini-Di Bulan Peduli Autis-adalah masyarakat umum, pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya tergugah untuk berbuat lebih banyak lagi untuk anak-anak spesial ini. karena pada dasarnya mereka juga mempunyai kemampuan dan kelebihan sebagaimana anak-anak lain pada umumnya

Senin, 28 Januari 2008

Wisata Musik Angklung

IKI mengadakan wisata musik angklung di Saung Udjo Bandung, dalam rangka rencana pelaksanaan terapi musik di IKI. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada :

  • Hari/Tanggal : Kamis, 7 Pebruari 2008
  • Waktu : 07.00 – 18.00 WIB
  • Tempat : Saung Angklung Udjo
    Jl. Padasuka No. 118 Bandung

Manfaat yang diharapkan melalui mengikuti Wisata Musik Angklung adalah:

1. Melatih pendengaran dengan membedakan nada angklung dan arah datangnya suara.

2. Membangkitkan minat terhadap musik angklung

3. Membangkitkan kepercayaan diri dan kebanggaan anak atas kemampuannya (self esteem)

4. Melatih suasana kompetensi dan menciptakan suasana gembira

5. Memperkenalkan tentang salah satu alat musik tradisional (angklung)

6. Menjadi ajang silaturrahmi di antara anggota IKI

Susunan Acara ”Wisata Musik Angklung”

10.30 – 11.00 : Belajar Musik Angklung

Anak Autis dan peserta diajarkan bagaimana cara memainkan alat musik angklung.

11.00 – 12.00 : Bermain Musik Angklung bersama

Setelah semua peserta terutama Anak Autis belajar bagaimana memainkan alat musik angklung, inilah
kesempatan untuk mempraktekan keterampilan musik tersebut dengan memainkan beberapa lagu pilihan
secara bersama-sama.

12.00 – 13.00 : I S H O M A



Selasa, 08 Januari 2008

Terapi Musik Untuk Anak Autis di Jakarta

IKI telah mengirimkan wakil dalam acara dialog interaktif dan workshop "Terapi Musik, Perspektif Sains dan Estetika" yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UKRIDA dan majalah INTISARI, yang dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2007 di Balai Betawi Hotel Santika Jakarta.

TERAPI MUSIK IMPROVISASI (TMI) UNTUK PENYANDANG SPEKTRUM AUTISM

Prinsip dasar TMI :

Kebebasan penuh kepada klien dan terapis untuk berimprovisasi tanpa terkekang dengan aturan-aturan musik konvensional

Sasaran TMI :

- Meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa
- Peningkatan kepekaan auditorik (mendengarkan), berkonsentrasi, mengimitasi, bersosialisasi
- q Menyediakan ruang bermain anak-anak dan berekspresi secara bebas

Dasar pelaksanaan terapi musik :

- Menyertakan elemen-elemen musik : Pitch, tempo, timbre dan dinamika

Langkah-langkah model TMI :

- Asesmen

- Rencana perlakuan

- Intervensi dan pencatatan perlakuan

q - Evaluasi dan Terminasi Perlakuan

Ragam improvisasi permainan musik :

- Bermain Alat Musik

- Mendengar Musik

q - Bernyanyi

Senin, 07 Januari 2008

Lomba Melukis IKI - 2007

IKI bekerja sama dengan PT Triman Sentosatama Jakarta menyelenggarakan lomba melukis untuk anak-anak penyandang autism segala umur, pada tanggal 2 Desember 2007 sampai 2 Januari 2008. Dalam pelaksanaan lomba melukis, anak-anak melukis di rumah dan hasilnya dikumpulkan di Sekretariat IKI. Lukisan yang dikirimkan menjadi milik IKI, kecuali 6 lukisan terpilih akan digunakan untuk dekorasi kantor PT Triman Sentosatama.

Pemilihan lukisan terpilih dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2008, pada saat pertemuan bulanan anggota, di kediaman Bapak Jaya Sukmana, perumahan Pandan Valley Blok B1 No. 2 Bogor.

Pada lomba ini telah diterima 23 lukisan, hasil karya dari 18 anak penyandang autis dengan rentang usia mulai 6 sampai 12 tahun. Dari 23 lukisan tersebut telah terpilih 6 lukisan yang akan menerima hadiah berupa uang sebesar Rp. 250.000,00 untuk anak dan Rp. 150.000,00 untuk orangtua atau terapis yang membimbing anak atau sekolah tempat anak belajar (tergantung siapa yg ditunjuk/ditetapkan oleh anak).

Penentuan 6 lukisan terpilih tersebut kami lakukan berdasarkan :

a. Ketepatan ukuran, yaitu 60 cm x 40 cm bidang gambar, landscape dengan sisi putih masing masing 5 cm ke ujung kertas pada ke-4 sisinya. Gambar yang tepat mendapat nilai 3, sedangkan yang tidak sesuai mendapat nilai 1.

b. Ketepatan waktu penyerahan, yaitu Tgl. 2 Januari 2008. Gambar yang diterima sebelum atau pada tanggal 2 Januari 2008, Mendapat nilai 3, sedangkan yang diterima sesudahnya mendapat nilai 1.

c. Kesesuaian Judul dengan lukisan. Dengan nilai sebagai berikut : Tidak Sesuai = 1, Mendekati = 2, Sesuai = 3.

d. Keindahan. Dengan nilai : Indah = 1, Indah sekali = 2, Sangat indah sekali = 3

Kriteria tersebut kami tetapkan setelah mempertimbangkan bahwa :

1) Perkembangan kemampuan menggambar anak pada umumnya melalui beberapa tahap sejalan dengan usianya,

2) Perkembangan kemampuan menggambar anak penyandang autis sangat spesifik dan berbeda dengan anak pada umumnya dan berbeda pula antara anak satu dan lainnya yang seusia,

3) Ketepatan ukuran dan waktu sudah disebutkan dalam persyaratan lomba,

4) Kesuaian Judul : adalah mencocokkan antara judul yang diberikan dan lukisannya.

5) Keindahan : dapat mewakili atau merupakan penjumlahan dari beberapa aspek teknis sebuah lukisan, yaitu : pemilihan warna, bentuk goresan/sapuan, detil objek, kreatifitas dan lain-lain..

Cara penentuan :

1) Setiap lukisan diberi nomor urut dan ditempelkan pada corrugated plastik berwarna hitam ukuran : 60 x 90 Cm.

2) Setiap lukisan ditampilkan selama 1 menit secara bergiliran untuk dinilai oleh tim penilai.


Tim Penilai :

1) Adalah semua anggota IKI yang hadir pada pertemuan bulanan, Tanggal 6 Januari 2008.

2) Tim penilai tidak mempunyai hubungan dengan anak peserta, baik untuk terapi maupun keluarga.

3) Jumlah Tim Penilai setelah diseleksi berdasarkan ketentuan diatas ada sebanyak 7 orang.


6 Lukisan yang terpilih adalah hasil karya dari :

1. Nadira Irina Chairunnisa (9 thn), dengan judul : Mobil di Jalan Raya



2. Tohiro Desnanda (11 thn), dengan judul : Pantai Lovina dan Pekarangan Rumahku






3. Nisrina Indah Puspitasari (10 thn), dengan judul : Bunga Kembang Sepatu dan Kupu-Kupu



4. Dito Fauzan P. (11 thn), dengan judul : Kendaraan di Jalan Raya



5. Endyea Muladno (10 thn), dengan judul : Ikan dalam Aquarium di Rumahku









Minggu, 08 Juli 2007

Seminar & Workshop Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis


Ikatan Keluarga Istimewa – IKI ( Parent Support Group on Autism ) pada tanggal 20-24 Agustus 2007 akan mengadakan seminar dan workshop terapi lumba-lumba untuk anak autis bertempat di Melka Excellcior Resort, Singaraja, Bali.
Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 20 Agustus 2007 dengan nara sumber : Dr. Melly Budhiman, Ketua Yayasan Autisma Indonesia yang akan menyampaikan keynote speaker pertama tentang “current status anak penyandang autis di Indonesia, dan penanganannya”, Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Prof. Dr Indroyono Soesilo,MSc,Apu akan memberikan kata sambutan, sedangkan Kepala Litbang Departemen Kelautan dan Perikanan tentang peranan penting teknologi kelautan terhadap penelitian mamalia laut untuk terapi anak autis, sebagai keynote speaker kedua.
Pembicara Tamu dari Jepang Mrs Tzusuki Keiko dan Mrs Carla Henco, B.Spec.Ed. dari Australia tentang perkembangan terapi lumba-lumba di Jepang dan Australia. Ir. Agus Cahyadi, MS, peneliti lumba-lumba Departemen Kelautan dan Perikanan, tentang penelitian awal terapi lumba-lumba di Indonesia dan Dr Muniyati Ismail dari Pusat Terapi Yayasan Bina Autis Mandiri, Palembang, tentang perjuangan membangun tempat pendidikan bagi anak autis.
Pada 4 hari berikutnya (tangal 21-24 Agustus 2007), secara berturut-turut akan dilakukan workshop yang merupakan kegiatan terapi khusus kepada 12 anak penyandang autis terpilih. Terapi ini akan dilakukan secara khusus satu persatu dengan didampingi terapis dan seorang pawang lumba-lumba, serta akan dilakukan pengamatan khusus juga terhadap gelombang bioakustik yang dikeluarkan oleh ikan lumba-lumba ketika berinteraksi dengan anak-anak . Terapi perilaku yang saat ini banyak dikenal antara lain adalah dengan metoda ABA (Applied Behavioral Approach), Son Rise, Terapi berkuda, dan Terapi Dolphin.
Terapi dolphin (lumba-lumba) di tanah air yang ada saat ini adalah di Taman Ancol (Jakarta) dan Singaraja, Taman Lovina (Bali), tetapi bagaimana dolphin bisa menjadi alternatif cara terapi untuk penanganan anak penyandang autis belum banyak dikenal secara luas.
Terapi autisma dengan bantuan dolphin (Dolphin Assisted Teraphy, disingkat DAT) dimulai tahun 1973 oleh Dr. Hank Truby, ahli linguistik dan biofonetik bersama Dr. Lilly yang selama 17 tahun telah bersama-sama mengajari dolphin mengerti bahasa inggris, untuk pertama kalinya melibatkan dua anak autis di Miami Seaquarium. Miami, Florida, USA. Hasilnya ternyata dapat memperpanjang rentang perhatian mereka yang semula hanya sekitar 5 menit menjadi 90 menit, bahkan keduanya dapat bekerjasama dalam permainan dengan mamalia laut tersebut.
Ahli Indonesia yang telah mengawali penelitian tentang bioakustik dolphin sebagai sarana terapi anak autis dan spektrumnya adalah Agus Cahyadi, seorang peneliti di Departemen Perikanan dan Kelautan. Sebelumnya beliau telah meneliti bioakustik berbagai jenis ikan. Dari penelitiannya itu Pak Agus kemudian menciptakan dan mendapat hak paten alat pemanggil ikan, suatu alat yang sangat bermanfaat sekali bagi para nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkapannya.
Sejauh ini, sebagian besar di antara kita telah mengenal dolphin (lumba-lumba) sebagai hewan yang lucu, suka bermain, sering ditampilkan pada acara-acara televisi dan film, pertunjukkan di akuarium samudra. Sepanjang sejarah, banyak diceritakan bagaimana dolphin menolong manusia yang tenggelam atau hanyut di laut. Bagaimana terapi lumba-lumba ini mendapat manfaat bagi perkembanganan anak penyandang autis di Indonesia belum diteliti secara mendalam dan juga belum mendapatkan sosialisasi secara meluas kepada masyarakat Indonesia.
Tergerak oleh kenyataan di atas, Ikatan Keluarga Istimewa disingkat IKI adalah suatu perkumpulan yang anggota-anggotanya terdiri atas mereka yang menaruh minat dalam pembinaan dan pendidikan warga istimewa (anak penyandang autis dan spektrumnya), yang berkedudukan di Bogor, Propinsi Jawa Barat akan bekerja sama dengan Melka Excellcior Resort, Singaraja dan Departemen Kelautan dan Perikanan telah bersepakat akan mengadakan “Seminar dan Workshop Terapi Lumba-lumba untuk Anak Autis di Singaraja, Bali”. Seminar ini dapat diikuti oleh para praktisi dan pemerhati terapi autis, para orang tua dan mahasiwa dengan biaya Rp 100.000,-
Donasi untuk kegiatan ini dapat transfer ke Rekening BCA Cab Gatot Subroto Jakarta A/C No 1451085030 . Pendaftaran dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi IKI, Tel. 0251-336615, Kontak Person : Sdri. Ayun, Fax. 0251- 380402 atau email : keluargaistimewa@yahoo.co.id