Kamis, 02 April 2009

AUTISM AWARENESS DAY

YKII turut mengucapkan...peduli for autism, kapanpun, dimanapun. Semoga semakin banyak yang memberikan perhatian kepada mereka.

Kamis, 19 Maret 2009

Lanjutan : Anak ditemukan dan hilang dan ditemukan lagi

Berita Anak Diketemukan

Sabtu 7 Februari 2009, Pukul 23.00 Perly Mahasiswa S2 MMA IPB menemukan seorang anak perempuan yang dari jawabannya ditafsirkan mengaku bernama Lia. Anak perempuan (Lia) tersebut ditemukan di depan rumah makan Padang di daerah kampus Universitas Pakuan, belakang mall Botany Square, Bogor. Penemuan tersebut dilaporkan ke Polisi Sektor Bogor Tengah yang kemudian datang menjemput, Lia dan Perly pada pukul 00.00 WIB dan membawanya ke Polresta Bogor, Kedung Halang.

Informasi tentang ditemukannya anak hilang tersebut sampai ke Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia (YKII), Bogor pada hari Minggu 8 Februari 2009 pukul 06.00 yang disampaikan oleh Iptu Wawan melalui Ibu Teti. Namun ketika relawan YKII datang ke kantor Polresta Kedung Halang untuk memberikan bantuan, ternyata anak tersebut sudah meninggalkan Polresta. Menurut keterangan polisis yang bertugas –Briptu Kusmanto, Lia tertidur sampai pukul 05.30,kemudian bangun langsung berlari keluar. Briptu Kusmanto berusaha mengejarnya. Karena takut membuat anak tersebut panik, ia terpaksa membiarkannya naik angkot yang menuju ke arah Citeureup.
YKII berusaha menyebarkan berita pernah ditemukannya Lia dengan harapan dapat menghubungi orangtua / keluarga yang kehilangannya dan atau Lia dapat ditemukan lagi. Sejauh ini info yang didapat dari Ibu Tyas mengaku pernah melihat Lia sedang menangis di depan patung Singa Botani Square pada hari Sabtu, 7 Februari sekitar jam 14:45. Bapak Mulyadi Security Botani Square juga mengaku melihat Lia pada hari Sabtu tersebut sekitar jam 17:00 di Lobby Yasmin. Pada hari tersebut di Botani Square memang penuh berdesakkan karena ada pertunjukkan Barongsay.
Tetapi baik Manajemen Botani Square, Polresta Kota Bogor dan komunitas milist autisme tidak pernah menerima laporan adanya orangtua / keluarga yang kehilangan anak.

Setelah lebih dari 1 bulan, Lia kini ditemukan lagi oleh Furqon, mahasiswa STIE Triguna, Bogor pada hari Rabu 17 Maret 2009 sekitar jam 20.00 yang kemudian menyerahkannya ke Kantor Polisi Sektor Bogor Timur, Jl. Pajajaran Raya dan memberitahukannya ke YKII.
Lia yang dikunjungi oleh Pengurus YKII pada Kamis 18 Maret 2009 pagi, telah mengenakan pakaian yang berbeda dari yang ia pakai ketika ditemukan pertama kali dan nampak lusuh. Atas kesepakatan dengan Aiptu Asnadi yang bertugas jaga di Polsek Bogor Timur, Lia kemudian untuk sementara dirawat dan diobservasi oleh YKII sambil mencari orangtua / keluarganya.
Lia diperkirakan berumur 13 tahun, tinggi +/- 153 Cm, Kulit kuning langsat, sedikit bicara. Dari beberapa kata yang diucapkan, ia sepertinya berbahasa sunda halus. Misalnya : mengatakan papang untuk buang air kecil, nuhun untuk terima kasih dan a’a untuk panggilan laki-laki dan mbung untuk menolak sesuatu.

Bagi orangtua / keluarga yang kehilangan anak tersebut, harap menghubungi :

Posisi Lia ini terakhir ada di Dinas Sosial Kota Bogor pada tanggal 19 Maret 2009

Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia – Peduli Autis
Call Center : 0815 10 505 505
Jl. Boulevard Blok O.1 No. 16 Taman Cimanggu, Bogor 16710
Telp : 0251 – 8336615, Fax : 0251 – 8312687
E-mail : keluargaistimewa@yahoo.co.id

Kamis, 19 Februari 2009

Ditemukan anak dan hilang


(foto diambil pada saat berada di polresta Bogor oleh petugas polresta)

YKII beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 8 Februari 2009, mendapatkan kabar ditemukan anak dengan gangguan komunikasi, kabar tersebut didapatkan dari Ibu Teti Ichsan (Perkumpulan Peduli Anak). Setelah beberapa relawan mendatangi lokasi keberadaan anak tersebut (Polresta Bogor), ternyata anak tersebut sudah kabur.

Kronologis :
Berdasarkan keterangan yang didapatkan cerita tersebut bermula dari datangnya berita/telp kepada Polresta dari seorang mahasiswa MM IPB (ferly) yang sedang berada di depan Universitas Pakuan Bogor jam 23.00 hari Sabtu tanggal 7 Februari 2009, yang mengabarkan bahwa ada seorang anak perempuan ada di daerah tersebut tanpa jelas rumah dan keluarganya. Petugas dari Polsek Bogor Tengah menjemput anak tersebut (menurut Ferly bernama Lia) dan dibawa ke Polresta Bogor dan sampai di sana jam 00.00. Ferly menunggu di Polresta sampai jam 02.00. Lia berada di Polresta dan dijaga oleh beberapa petugas kepolisian dan tertidur. Pada pukul 05.15 ketika Lia terbangun, dia langsung panik dan lari keluar kantor ke jalan raya menuju arah Citeureup Bogor dan beberapa petugas berusaha mengejar Lia tapi karena khawatir Lia panik dan tertabrak kendaraan maka petugas berhenti mengejar dan Lia pun hilang belum ada kabar, sampai berita ini kami sampaikan. Berita tersebut dikabarkan oleh petugas kepolisian yang bernama Wawan kepada ibu Teti Ichsan yang kebetulan dikenalnya sebagai pemilik klinik terapi anak berkebutuhan khusus. Ibu Teti Ichsan mengabarkan kejadian tersebut kepada salah seorang pengurus YKII dan beberapa relawan yang diutus untuk melihat keberadaan anak tersebut di Polresta sudah tidak mendapati anak tersebut pada jam 07.45 tanggal 8 Februari 2009.

YKII

Jumat, 23 Januari 2009

YKII-Peduli Pendidikan


Pada tanggal 20-22 Januari 2009 YKII mengikutkan 9 orang dalam training ESQ-Peduli Pendidikan di Desa Gumati, Sukaraja Bogor. Peserta yang diikutsertakan adalah para pendidik di SDIT Al Yasmin, SDN Batu Tulis 2, SMPN 9, SMP PGRI 9 Kota Bogor.

Sabtu, 10 Januari 2009

In House Training

Atas kerjasama antara SDN Semeru 6 Kota Bogor, YKII membantu terselenggaranya In House Training SDN Semeru 6 Kota Bogor dengan tema : "Pendidikan dan Pelatihan Penanganan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Bagi Anak Autis, ADD/ADHD, Tuna Rungu, Lambat Belajar, Berkesulitan Belajar dan Low Vision".
Kegiatan ini diadakan pada tanggal 5-7 Januari 2009 di Villa Ciburial, Cisarua Bogor. Diikuti oleh 14 tenaga pendidik dan Staf SDN Semeru 6 Kota Bogor, dan 6 peserta peninjau dari SDN Batu Tulis 2 dan SMPN 9 Kota Bogor.

Pemberi materi adalah :
1 Drs. Dedi Kustawan, MPd dari PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan materi pendidikan inklusif, Layanan pendidikan bagi anak dengan gangguan Pendengaran(tuna rungu), penglihatan (tuna netra)dan low vision
2. Budi Hermawan, SPd, MPhil, SNE dari Pokja Pendidikan Inklusif Provinsi Jawa Barat dengan materi autisme, perilaku autistik dan ADHD
3. Iim Imandala, SPd yang memberikan materi tentang penanganan anak berkesulitan belajar, lambat belajar dan disleksia
4. Drs. Chasrodi, MPd dari Dinas Pendidikan Kota Bogor tentang Kebijakan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
5. Theresia Ratih Sawitridjati, SSi, MSi dari Klinik BINARI tentang Seputar Autism Spectrum Disorder
6. Leliana Lianty, SPd kepala program life skill clas Perkumpulan Peduli Anak dan dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ yang memberikan materi Individualized Education Program (IEP)
7. Melinda RH Kusharto, MPsi tentang Psikologi anak berkebutuhan Khusus : kunci pemahaman pendidikan inklusi
8. Dr. Upik Kesumawati hadi, MS tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pendidikannya

Jumat, 26 Desember 2008

YKII-ESQ Peduli Pendidikan


Pada Kegiatan yang diadakan ESQ dalam program Peduli pendidikan pada tanggal 23-25 Desember 2008 di Menara 165 Jakarta, YKII berkesempatan untuk mengikutsertakan 5 peserta yang berasal dari 2 sekolah inklusi yaitu SDN Perwira dan SDN Semeru 6 Kota Bogor dan 1 peserta dari Rumah Pintar yang membina dan mendidik anak-anak yang kurang mampu.

Semoga dengan kerjasama ini, bisa semakin menambah tali silaturahmi antara instansi yang khususnya menangani anak autis dan meningkatkan kualitas diri para "pahlawan" pendidikan kita.

Sabtu, 29 November 2008

Diskusi tentang Pendidikan Inklusif

Pada tanggal 27 November 2008, YKII memprakarsai terselenggaranya kegiatan diskusi tentang " Peran Serta para Pemerhati dan Praktisi Penanganan Anak Autisme Dalam Mensukseskan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Sesuai UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional". Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Manajemen Bisnis IPB Jl. Raya Pajajaran Bogor dan dihadiri oleh Kasubdit Dikdasmen Dinas Pendidikan Kota Bogor Bapak Drs. Chasrodi, MPd dan perwakilan dari Sekolah-Sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP Bogor, juga dihadiri perwakilan dari Klinik terapi, Dokter anak dan pemerhati autis.


Tujuan dari kegiatan ini adalah terjalinnya komunikasi yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi anak autisme dan spektrumnya dan memanfaatkan semua potensi yang ada di Kota Bogor.


Kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam diskusi ini adalah :

  • Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah amanah dari Allah terhadap orang tua, guru dan masyarakat, yang harus dibina agar bisa mandiri dalam kehidupannya. Oleh karena itu, ABK juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
  • Jumlah anak berkebutuhan khusus yang semakin banyak masih menghadapi kendala dalam memperoleh haknya sebagai warga negara untuk memperoleh pendidikan. Sebagian besar sekolah negeri (tingkat kanak kanak sampai lanjutan) masih enggan menerima anak berkebutuhan khusus untuk belajar di tempatnya dengan berbagai macam alasan.
  • Penyelenggaraan pendidikan inlusif yang sudah dilandasi dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional perlu diimplementasikan bagi masa depan anak berkebutuhan khusus, dengan merumuskan sistem, pola, kurikulum, dan penyiapan tenaga guru yang benar-benar memahami ABK.
  • Beberapa unsur masyarakat dan kalangan pendidik yang memperhatikan anak kebutuhan khusus telah ada dan semakin banyak namun masih berjalan sendiri sendiri dan kurang solid dalam membantu menyiapkan masa depan ABK.
  • Pokja inklusi yang sudah ada perlu diperkuat dengan menambah berbagai unsur dan bidang-bidang keahlian agar memiliki daya dorong yang kuat secara politis dan sosial terhadap implementasi sekolah inklusif terhadap ABK
  • Pokja pendidikan inklusi yang idealnya terdiri dari berbagai unsur seperti birokrat, guru, dokter, tokoh, ahli pangan/gizi perlu segera didirikan untuk mengefektifkan kegiatan yang didedikasikan kepada anak berkebutuhan khusus