Selasa, 20 Oktober 2009

Program Ketrampilan Hidup YKII

Deskripsi :
Memproduksi dan memasarkan Alas Kloset Duduk ( ALASKU) dari koran bekas oleh anak-anak binaan YKII

Tujuan utama :
- Memberikan pemahaman kepada anak bahwa uang dapat diperoleh dengan cara memproduksi barang dan menjualnya.

Tujuan lainnya :
- Melatih motorik halus, kordinasi mata dan jari serta konsentrasi dengan kegiatan melipat dan menggunting kertas

Peserta :
Anak autisme dan spektrumnya dan ABK lainnya yang bergabung ke YKII.

Tata – cara :
1. Orangtua mendaftarkan anaknya ke YKII untuk ikut serta dalam program ini.
2. YKII memberikan pelatihan kepada orangtua, guru pendamping dan relawan tentang cara pembuatan ALASKU, standar kwalitas dan mekanisme perdagangannya.
3. Kemudian anak binaan mendapat pelatihan baik oleh orangtua, guru pendamping atau relawan YKII,
4. Anak berproduksi di rumah masing-masing dengan bimbingan orangtua, keluarga, guru pendamping. Bimbingan terbatas pada pengaturan jam kerja, jumlah produksi, dan kwalitas barang.
5. Hasil produksi dapat dijual ke Sekretariat YKII pada hari Sabtu atau Minggu oleh anak binaan yang bersangkutan. YKII membeli hasil produksi berdasarkan perhitungan ekonomi (lihat perhitungan).
6. Orangtua, guru pendamping atau relawan YKII yang terlibat dianjurkan untuk membimbing anak binaan tentang penggunaan uang hasil penjualan tersebut. Antara lain dengan memberikan pemahaman bahwa : berproduksi dapat menghasilkan uang, uang dapat`memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun demikian uang bukan segalanya.
7. YKII kemudian menjual ALASKU ke gedung-gedung perkantoran atau toilet umum yang membutuhkan.

Perhitungan ekonomi :
1 Kg Koran bekas berisi 53 lembar.
1 lembar koran = 4 lembar ALASKU
1 kg koran bekas = 212 ALASKU
Harga 1 kg koran bekas di pengepul keliling = Rp. 800,--
Harga pembelian YKII = Rp. 25,-/lembar ALASKU
Harga pembelian 212 lembar ALASKU = 212 x Rp. 25,-, = Rp. 5.300,--
Nilai tambah = Rp. 5300,- : Rp. 800 x 100% = 662 % + manfaat terapi & pendidikan.

Jadwal :
Pendaftaran dan pelatihan 1 – 10 Oktober 2009.
Pembelian hasil produksi : Mulai 11 Oktober 2009
Penjualan perdana (Launching ) : 20 Oktober 2009 ( Hari Kebangkitan Nasional)
Penjualan ke pihak ketiga mulai 1 November 2009

Contoh : Brosur pemasaran YKII

ALAS KLOSET DUDUK (ALASKU)


ALASKU adalah kertas alas kloset duduk hasil daur ulang koran bekas yang diproduksi oleh anak-anak autis dan spektrumnya dibawah binaan Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia, Bogor
dalam rangka Program Terapi dan Pendidikan Keterampilan Hidup.



Dengan menggunakan ALASKU berarti anda :
√ Telah menjaga kebersihan & kesehatan pribadi.
√ Turut membantu penanganan autisme dan spektrumnya. (Melipat dan menggunting adalah bentuk terapi motorik halus, kordinasi mata & tangan serta latihan konsentrasi. Sedangkan produksi dan pemasaran ALASKU adalah bagian pendidikan wirausaha bagi anak-anak binaan untuk hidup mandiri dikemudian hari)
√ Turut melestarikan alam dengan melakukan daur ulang

CARA PENGGUNAAN


1. Buka ALASKU dari lipatannya.
2. Lipat kedua lidah ke sisi bagian luar
3. Letakkan di atas kloset duduk ( lihat foto).
4. Kloset siap digunakan.
5. Buang ALASKU ke tempat sampah setelah digunakan




Donasi untuk program ALASKU harap ditujukan kepada :

Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia
Jl. Boulevard Blok O.I/16, Taman Cimanggu, Bogor 16710
Tel: 0251-8336615, Fax :0251-8312687,
Situs : www.ikatankeluargaistimewa.blogspot.com
Bank Mandiri Kantor Cabang Bogor A/C # 133-00-0708557-4

Minggu, 20 September 2009

Buka Bersama Anggota, relawan dan para pemerhati YKII

Pada Tanggal 12 September 2009 di bulan Ramadlan, YKII berkesempatan mengadakan Buka bersama untuk mempererat jalinan tali silaturrahmi antara Anggota, Pengurus, Relawan dan para pemerhati yang peduli terhadap anak autis.



Pada kesempatan ini juga dipresentasikan hasil dari terapi berkuda yang dilakukan oleh YKII bekerjasama dengan mahasiswa dari FKH IPB, dengan peserta terapi adalah anak-anak YKII

Selasa, 16 Juni 2009

Sosialisasi Sekolahrumah (Homeschooling)

Dalam rangka dimulainya kegiatan belajar mengajar di Komunitas Sekolahrumah Keluarga Istimewa, kami pengurus YKII dan pengelola Komunitas Sekolah Rumah Keluarga Istimewa mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan sekolahrumah (homeschooling).

Sosialisasi dan pelatihan ini akan dilaksanakan pada :
Hari : Minggu
Tanggal : 5 Juli 2009
Tempat : Ruang Bangkirai Manajemen Bisnis IPB (MB IPB)
Jl. Raya Pajajaran Bogor (depan Telkom Bogor)
Jam : 08.00 - 16.00 WIB

Bagi yang berminat untuk mengikuti bisa menghubungi :

Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia
Jl. Boulevard Blok O.1 No 16 Ruko Baru Taman Cimanggu Bogor
Telp : 0251- 8336615, Fax : 0251 - 8312687
Email : keluargaistimewa@yahoo.co.id

Senin, 01 Juni 2009

Komunitas Sekolahrumah (Homeschooling Community) Keluarga Istimewa

Setiap insan di Indonesia memiliki hak atas pendidikan. Hal ini semakin diperkuat dengan program pemerintah Wajib Belajar (WAJAR) 9 tahun. Namun, sekarang ini lebih dari 4,5 juta anak Indonesia berusia 7 sampai 15 tahun tetap di luar sekolah. Di lain pihak, jumlah remaja dan orang dewasa di Indonesia mengalami putus sekolah karena berbagai masalah sosial dan ekonomi semakin bertambah.
Berangkat dari permasalahan tersebut di atas Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia (YKII) memberikan alternatif solusi dengan membentuk satuan pendidikan non formal yaitu Komunitas sekolahrumah 'Keluarga Istimewa'.

VISI
Menjadi Komunitas Sekolahrumah yang berkualitas prima di Kota Bogor dan sekitarnya

MISI

  • Membentuk manusia Indonesia yang berakhlak mulia, mandiri, berkarakter produktif dan berdaya saing yang berperan serta dalam peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
  • Mencapai kompetensi individual seoptimal mungkin
  • Membantu setiap individu untuk berkembang, memahami dirinya dan perannya dalam dunia nyata.

TUJUAN

  • Membantu pemerintah negara Republik Indonesia dalam penyediaan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun melalui pendidikan nonformal Sekolahrumah.
  • Memfasilitasi, membina dan mengayomi peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu kehidupannya.

Selasa, 14 April 2009

amandemen Kegiatan Dukungan

Berhubung dengan adanya beberapa kesulitan antara lain :
- Kesulitan untuk mendapatkan tenaga Guru Pembimbing Khusus (GPK) dengan kualifikasi akademik minimal D-IV atau sarjana (S-1) latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan khusus/Pendidikan Luar Biasa, sebagaimana dideskripsikan dalam buku Model Penyelenggaraan Pendidikan Khusus di Provinsi Jawa Barat diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tanggal 3 Juni 2008 Bab IV Sub D Pendidik dan tenaga kependidikan poin 4 (halaman 13),
- waktu yang tersedia untuk rekruitmen sangat singkat
- beberapa tenaga GPK yang saat ini bernaung di bawah YKII sudah terisi penuh jadwalnya dengan pendampingan anak yang lain, maka proposal “Dukungan Proses Belajar-Mengajar Kelas Reguler Inklusi oleh Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia Kepada Sekolah Dasar Negeri Semeru 6 Bogor” tanggal 8 April 2009 perlu dilakukan perubahan sebagai berikut :

 Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK-autistik) yang mendapat pendampingan menjadi 4 (empat) anak yaitu yang saat ini duduk di kelas 5; dengan pertimbangan bahwa anak-anak tersebut akan menghadapi Ujian Akhir Nasional tahun 2010 sehingga perlu diprioritaskan
 Jumlah GPK menjadi 1 orang yaitu Ibu Ernawati, SPd., daftar riwayat hidup terlampir
 Durasi pertemuan = 3 x 35’ / 2 ABK / 2 mata pelajaran
 Banyaknya pertemuan 6 x pertemuan berhubung tanggal 9 Mei adalah hari libur nasional
 Jadwal pertemuan terbaru terlampir
 Dengan hanya ada 1 (satu) GPK maka tenaga koordinator dihapuskan

Senin, 13 April 2009

Dukungan Belajar Mengajar Kelas Reguler Inklusi

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama Inhouse Training Pendidikan Inklusi bagi Tenaga Pendidik di SDN Semeru 6 Bogor yang diadakan Januari 2009 yang lalu, YKII kembali mengadakan kerjasama dalam proses belajar mengajar Kelas Reguler Inklusi.
Dukungan tersebut berupa penyediaan tenaga Guru Pembimbing Khusus yang bernaung di bawah YKII untuk kegiatan belajar-mengajar dalam rangka penerapan Kelas Reguler Inklusi Pull Out.

Maksud dan Tujuan
Terselenggaranya pendidikan inklusi di SDN Semeru 6 Bogor dengan baik dan lancar.

KELUARAN

Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan :
1. Kemudahan bagi ABK peserta kegiatan untuk menerima mata pelajaran tertentu yang mengalami hambatan.
2. Contoh kerjasama dan dukungan masyarakat pada kegiatan belajar-mengajar Kelas reguler inklusi ABK khususnya autistik

PERIODE KEGIATAN PENDAMPINGAN
16 APRIL – 30 JUNI 2009 dengan mata kegiatan sebagai berikut :
- Pertemuan teknis awal kegiatan : 25 April 2009
- Pelaksanaan pendampingan : 27April – 15 Juni 2009
- Pertemuan Evaluasi ke 1 : 27 Mei 2009
- Pertemuan Evaluasi ke 2 : 30 Juni 2009

MODEL KELAS INKLUSI
Model pendidikan inklusi yang akan diterapkan pada dukungan ini adalah Model kelas inklusi – pull out, yaitu : ABK belajar bersama anak (normal) di kelas regular namun pada mata pelajaran yang mengalami hambatan anak ditarik dari kelas regular ke ruang sumber (ruang komputer atau lingkungan SD Semeru 6 yang sesuai) untuk belajar dengan guru pembimbing khusus untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran.

JAM & MATA PELAJARAN
Jam pelajaran ditetapkan sebagi berikut :
2 mata pelajaran untuk 1 ABK = 2 x 35 menit / pertemuan
2 mata pelajaran untuk 2 ABK = 3 x 35 menit / pertemuan
Peserta didik ABK yang mengalami hambatan pada mata pelajaran yang sama dan berasal dari kelas yang sama dapat digabungkan dengan rasio maksimum 2 peserta didik : 1 guru pembimbing khusus, kecuali atas pertimbangan lain dapat 1:1
Mata pelajaran yang diberikan adalah mata pelajaran yang berdasarkan evaluasi guru kelas mengalami hambatan.

GURU PEMBIMBING KHUSUS
Guru pembimbing khusus (GPK), adalah tenaga pendidik yang direkrut dan bernaung dibawah YKII bertugas memberikan bimbingan pada mata pelajaran dan jadwal yang ditetapkan. GPK adalah tenaga pendidik yang kompeten dibidangnya yang bekerja paruh waktu dengan honorarium.

GPK bertugas untuk :
1. Membimbing dan mengajar ABK sesuai mata pelajaran dan jadwal pelajaran yang ditetapkan menurut jadwal.
2. Mengevaluasi prestasi masing-masing ABK termasuk memberikan saran dan masukan kepada wali kelas masing-masing.
3. Menghimpun dan mengkompilasi hasil prestasi ABK kepada koordinator kegiatan pendampingan.
4. Menyiapkan semua fasilitas dan alat bantu sebelum dan sesudah pembelajaran.
.
KORDINATOR KEGIATAN PENDAMPINGAN
Kordinator pendampingan adalah tenaga professional yang direkrut oleh YKII yang bekerja paruh waktu selama periode 15 April – 30 Juni 2009, bertugas untuk :
1. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pendampingan agar maksud dan tujuannya tercapai.
2. Menghimpun dan mengkompilasi laporan-laporan, dokumentasi kegiatan.
3. Memeriksa dan memastikan bahwa semua fasilitas dan material / alat bantu pembelajaran sudah tercukupi.
4. Memeriksa dan memastikan bahwa pendampingan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar.
5. Meminta dan mengatur advokasi dari Guru Pembimbing Khusus untuk keberhasilan kegiatan pendampingan dan pemecahan masalah-masalah bilamana ada.
6. Menyusun laporan pelaksanaan, evaluasi dan saran-saran untuk perbaikan dan menyerahkannya kepada YKII dan SDN Semeru 6 Bogor selambat-lambatnya pada 30 juni 2009.

PEMBIAYAAN
Biaya kegiatan pendampingan ini berasal dari pada Kas dan donasi yang dihimpun oleh YKII

Bahan bacaan :
1. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Terpadu/Inklusi yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Luar Biasa, Dirjen. Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, 2004.
2. Model Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Provinsi Jawa Barat yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 3 Juni 2008

Minggu, 12 April 2009

Hijaulah Sekolahku

Dalam rangka memperingati "World Autism Awareness Day" yang bertepatan pada tanggal 2 April 2009 dan juga "International Earth Day" pada tanggal 22 APRIL 2009 yang sama-sama bertepatan di bulan April ini, YKII akan mengadakan kegiatan bertema " Hijaulah Seklahku". Kegiatan ini akan dilakukan di 3 Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Kota Bogor yaitu di SDN Semeru 6, SDN Perwira dan SDN Batu Tulis 2.
Beberapa rangkaian kegiatan ini antara lain adalah :
- Pemeriksaan hygiene sanitasi makanan yang dijajakan di lingkungan 3 SDN Inklusi, waktu masih konfirmasi
- Presentasi dan pelatihan hygiene sanitasi makanan, 23 April 2009
- Penyehatan lingkungan Sekolah, 25 April 2009
* Ceramah tentang kebersihan lingkungan dan bahaya sampah plastik
* Lomba mengumpulkan sampah yang ada di lingkungan sekolah.
* Demo dan praktek cuci tangan yang baik dan benar.
* Penanaman pohon pelindung, bantuan dari Departemen Kehutanan

Peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini adalah :
- Penjaja makanan di lingkungan SDN Inklusi yang diambil secara acak
- Tenaga dan staff pendidik SDN
- Komite Sekolah
- Para penjaja makanan
- Staff dan tenaga pengajar.
- Peserta didik kelas 3 sd 5
- Komite Sekolah dan para orangtua
- YKII dan para relawan.
- Staff dan customer PT. Triman Sentosatama

Maksud dan Tujuan Kegiatan adalah :
Membangun pengertian tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan suasana 3 buah Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Bogor yang bersih, sehat dan nyaman.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini

Jumat, 10 April 2009

Artikel Peduli Autis

Artikel YKII yang dimuat dalam majalah Bening-BAZNAS (10 April 2009)yang berjudul :

Mereka Butuh Hidup Berdampingan
Memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia)


Fiandi adalah seorang anak ‘istimewa’ penyandang autis yang kini duduk di bangku kelas 3 SD inklusi. Alkisah, suatu hari pada Agustus 2008, ia ditampar orang usai ikut sholat Jumat di sebuah mesjid di Kotamadya Bogor. Salah satu jamaah didekatnya itu merasa terganggu dan langsung memukulnya usai sholat, hanya karena ia tidak fokus saat sholat.

Seberapa kuatkah seorang anak yang baru berusia 9 tahun menahan tamparan orang dewasa? Seberapa besar dampak psikologis sebuah tamparan dibanding rasa sakitnya? Patutkah seorang anak mendapat kekerasan di rumah ibadah pula? Sepatutnyalah Peristiwa yang menyayat hati semacam ini menjadi perhatian kita semua, mengingat masih banyak Fiandi-Fiandi lain yang kurang beruntung di dunia ini.

Taruhlah Tohiro, seorang anak yang juga penyandang autis, ia mempunyai kepedulian yang luar biasa terhadap teman-temannya. Sang anak suka sekali menggambar orang yang sedang bertempur, mengacungkan senapan dan tank lapis baja. Ungkapan akan perlawanannya terhadap kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak khususnya penyandang autis sepertinya.

Bahkan kepedulian tersebut dia ungkapkan secara verbal bahwa perlu adanya Front Pembela Anak Autis (FPAA). FPAA adalah singkatan yang mirip dengan sebuah kelompok yang pernah hangat dalam pemberitaan TV dan koran. Suatu nalar yang spontan dari seorang anak penyandang autis.

Autisme sendiri adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Seorang anak penyandang autis karena dorongan otak yang tidak bisa dikendalikannya selalu ingin bergerak, populer dengan istilah hiperaktif atau hiperkinesis atau puluhan istilah ilmiah lainnya. Otaknya tanpa sebab yang jelas selalu mengirimkan perintah-perintah ke tubuhnya untuk bergerak, “ bergerak!` bergerak !, rasakan sensasi dari sebuah gerakan ! “. Jika tidak tubuhnya yang bergerak/lingkungannya diam maka lingkungangannya yang bergerak dan ia bisa duduk diam memperhatikannya.

Jumlah penyandang autisme di seluruh dunia telah mencapai 35 juta jiwa. Karena itu sudah waktunya untuk bahu membahu meningkatkan kepedulian terhadap masalah autism ini. Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz Al-Nassir yang dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak azasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB. Tanggal 2 April ditetapkan sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Agenda yang akan dibahas adalah penanggulangan autisme di bidang diagnosa, riset, intervensi perilaku pada usia dini dan pengobatan.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab yang pasti dari gangguan autisme ini. Berbagai terapi terbukti membantu meningkatkan kualitas hidup individu autistik. Penanganan yang sudah tersedia di Indonesia antara lain adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, pendidikan khusus, penanganan medikasi dan biomedis, diet khusus. Penanganan lain seperti integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian suplemen tertentu, sampai terapi dengan lumba-lumba juga sudah tersedia di beberapa kota besar.

Dalam hal pendidikan, kecerdasan setiap individu sangat bervariasi. Karenanya, intensitas gejala autistik yang ada pada setiap individu juga tidak sama, maka kemungkinan pendidikan bagi individu autistik bervariasi dari ‘bisa mencapai pendidikan setinggi-tinggi mungkin’, sampai ‘tidak bisa dididik tetapi hanya dapat dilatih saja’.

Karena autisme merupakan gangguan perkembangan dan bukan suatu penyakit, sehingga tidak bisa diistilahkan “dapat disembuhkan“. Hanya individu autistik ini dapat ditatalaksana agar bisa berbaur dengan individu lain di masyarakat luas semaksimal mungkin, dan pada akhirnya dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang juga dihadapi orang lain pada umumnya.

Peristiwa penamparan ini hanyalah puncak sebuah gunung es. Kami para orangtua dan anak penyandang autis memikul seluruh berat gunung es itu. Anak-anak kami yang dijahili (bullying) di sekolah, mata yang melotot, dicibir ketika kami bawa anak kami ke dunia luar, dan perlakuan yang diskriminatif lainnya telah kami dapatkan. Di hari spesial memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia ini, Kami hanya ingin merasakan hak kami untuk hidup berdampingan, saling pengertian dan jauh dari kekerasan.

Senin, 06 April 2009

ULTAH YKII










Bertepatan dengan "Autism Awareness Day" 2 April 2009 ini, YKII juga merayakan hari jadinya yang pertama. Syukuran ini dilakukan di tempat terapi Berkuda di Kandang Kuda Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada hari minggu, tanggal 5 April 2009.









Syukuran ini dihadiri oleh para pengurus dan juga anggota yang terdiri dari para orangtua, warga istimewa (ABK), relawan, terapis dan semua orang/pihak yang memberikan perhatian terhadap ABK. Semoga di tahun-tahun berikutnya YKII mampu memberikan yang terbaik untuk para penyandang autis khususnya. Mohon dukungan dan doanya.

Kamis, 02 April 2009

AUTISM AWARENESS DAY

YKII turut mengucapkan...peduli for autism, kapanpun, dimanapun. Semoga semakin banyak yang memberikan perhatian kepada mereka.

Kamis, 19 Maret 2009

Lanjutan : Anak ditemukan dan hilang dan ditemukan lagi

Berita Anak Diketemukan

Sabtu 7 Februari 2009, Pukul 23.00 Perly Mahasiswa S2 MMA IPB menemukan seorang anak perempuan yang dari jawabannya ditafsirkan mengaku bernama Lia. Anak perempuan (Lia) tersebut ditemukan di depan rumah makan Padang di daerah kampus Universitas Pakuan, belakang mall Botany Square, Bogor. Penemuan tersebut dilaporkan ke Polisi Sektor Bogor Tengah yang kemudian datang menjemput, Lia dan Perly pada pukul 00.00 WIB dan membawanya ke Polresta Bogor, Kedung Halang.

Informasi tentang ditemukannya anak hilang tersebut sampai ke Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia (YKII), Bogor pada hari Minggu 8 Februari 2009 pukul 06.00 yang disampaikan oleh Iptu Wawan melalui Ibu Teti. Namun ketika relawan YKII datang ke kantor Polresta Kedung Halang untuk memberikan bantuan, ternyata anak tersebut sudah meninggalkan Polresta. Menurut keterangan polisis yang bertugas –Briptu Kusmanto, Lia tertidur sampai pukul 05.30,kemudian bangun langsung berlari keluar. Briptu Kusmanto berusaha mengejarnya. Karena takut membuat anak tersebut panik, ia terpaksa membiarkannya naik angkot yang menuju ke arah Citeureup.
YKII berusaha menyebarkan berita pernah ditemukannya Lia dengan harapan dapat menghubungi orangtua / keluarga yang kehilangannya dan atau Lia dapat ditemukan lagi. Sejauh ini info yang didapat dari Ibu Tyas mengaku pernah melihat Lia sedang menangis di depan patung Singa Botani Square pada hari Sabtu, 7 Februari sekitar jam 14:45. Bapak Mulyadi Security Botani Square juga mengaku melihat Lia pada hari Sabtu tersebut sekitar jam 17:00 di Lobby Yasmin. Pada hari tersebut di Botani Square memang penuh berdesakkan karena ada pertunjukkan Barongsay.
Tetapi baik Manajemen Botani Square, Polresta Kota Bogor dan komunitas milist autisme tidak pernah menerima laporan adanya orangtua / keluarga yang kehilangan anak.

Setelah lebih dari 1 bulan, Lia kini ditemukan lagi oleh Furqon, mahasiswa STIE Triguna, Bogor pada hari Rabu 17 Maret 2009 sekitar jam 20.00 yang kemudian menyerahkannya ke Kantor Polisi Sektor Bogor Timur, Jl. Pajajaran Raya dan memberitahukannya ke YKII.
Lia yang dikunjungi oleh Pengurus YKII pada Kamis 18 Maret 2009 pagi, telah mengenakan pakaian yang berbeda dari yang ia pakai ketika ditemukan pertama kali dan nampak lusuh. Atas kesepakatan dengan Aiptu Asnadi yang bertugas jaga di Polsek Bogor Timur, Lia kemudian untuk sementara dirawat dan diobservasi oleh YKII sambil mencari orangtua / keluarganya.
Lia diperkirakan berumur 13 tahun, tinggi +/- 153 Cm, Kulit kuning langsat, sedikit bicara. Dari beberapa kata yang diucapkan, ia sepertinya berbahasa sunda halus. Misalnya : mengatakan papang untuk buang air kecil, nuhun untuk terima kasih dan a’a untuk panggilan laki-laki dan mbung untuk menolak sesuatu.

Bagi orangtua / keluarga yang kehilangan anak tersebut, harap menghubungi :

Posisi Lia ini terakhir ada di Dinas Sosial Kota Bogor pada tanggal 19 Maret 2009

Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia – Peduli Autis
Call Center : 0815 10 505 505
Jl. Boulevard Blok O.1 No. 16 Taman Cimanggu, Bogor 16710
Telp : 0251 – 8336615, Fax : 0251 – 8312687
E-mail : keluargaistimewa@yahoo.co.id

Kamis, 19 Februari 2009

Ditemukan anak dan hilang


(foto diambil pada saat berada di polresta Bogor oleh petugas polresta)

YKII beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 8 Februari 2009, mendapatkan kabar ditemukan anak dengan gangguan komunikasi, kabar tersebut didapatkan dari Ibu Teti Ichsan (Perkumpulan Peduli Anak). Setelah beberapa relawan mendatangi lokasi keberadaan anak tersebut (Polresta Bogor), ternyata anak tersebut sudah kabur.

Kronologis :
Berdasarkan keterangan yang didapatkan cerita tersebut bermula dari datangnya berita/telp kepada Polresta dari seorang mahasiswa MM IPB (ferly) yang sedang berada di depan Universitas Pakuan Bogor jam 23.00 hari Sabtu tanggal 7 Februari 2009, yang mengabarkan bahwa ada seorang anak perempuan ada di daerah tersebut tanpa jelas rumah dan keluarganya. Petugas dari Polsek Bogor Tengah menjemput anak tersebut (menurut Ferly bernama Lia) dan dibawa ke Polresta Bogor dan sampai di sana jam 00.00. Ferly menunggu di Polresta sampai jam 02.00. Lia berada di Polresta dan dijaga oleh beberapa petugas kepolisian dan tertidur. Pada pukul 05.15 ketika Lia terbangun, dia langsung panik dan lari keluar kantor ke jalan raya menuju arah Citeureup Bogor dan beberapa petugas berusaha mengejar Lia tapi karena khawatir Lia panik dan tertabrak kendaraan maka petugas berhenti mengejar dan Lia pun hilang belum ada kabar, sampai berita ini kami sampaikan. Berita tersebut dikabarkan oleh petugas kepolisian yang bernama Wawan kepada ibu Teti Ichsan yang kebetulan dikenalnya sebagai pemilik klinik terapi anak berkebutuhan khusus. Ibu Teti Ichsan mengabarkan kejadian tersebut kepada salah seorang pengurus YKII dan beberapa relawan yang diutus untuk melihat keberadaan anak tersebut di Polresta sudah tidak mendapati anak tersebut pada jam 07.45 tanggal 8 Februari 2009.

YKII

Jumat, 23 Januari 2009

YKII-Peduli Pendidikan


Pada tanggal 20-22 Januari 2009 YKII mengikutkan 9 orang dalam training ESQ-Peduli Pendidikan di Desa Gumati, Sukaraja Bogor. Peserta yang diikutsertakan adalah para pendidik di SDIT Al Yasmin, SDN Batu Tulis 2, SMPN 9, SMP PGRI 9 Kota Bogor.

Sabtu, 10 Januari 2009

In House Training

Atas kerjasama antara SDN Semeru 6 Kota Bogor, YKII membantu terselenggaranya In House Training SDN Semeru 6 Kota Bogor dengan tema : "Pendidikan dan Pelatihan Penanganan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Bagi Anak Autis, ADD/ADHD, Tuna Rungu, Lambat Belajar, Berkesulitan Belajar dan Low Vision".
Kegiatan ini diadakan pada tanggal 5-7 Januari 2009 di Villa Ciburial, Cisarua Bogor. Diikuti oleh 14 tenaga pendidik dan Staf SDN Semeru 6 Kota Bogor, dan 6 peserta peninjau dari SDN Batu Tulis 2 dan SMPN 9 Kota Bogor.

Pemberi materi adalah :
1 Drs. Dedi Kustawan, MPd dari PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan materi pendidikan inklusif, Layanan pendidikan bagi anak dengan gangguan Pendengaran(tuna rungu), penglihatan (tuna netra)dan low vision
2. Budi Hermawan, SPd, MPhil, SNE dari Pokja Pendidikan Inklusif Provinsi Jawa Barat dengan materi autisme, perilaku autistik dan ADHD
3. Iim Imandala, SPd yang memberikan materi tentang penanganan anak berkesulitan belajar, lambat belajar dan disleksia
4. Drs. Chasrodi, MPd dari Dinas Pendidikan Kota Bogor tentang Kebijakan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
5. Theresia Ratih Sawitridjati, SSi, MSi dari Klinik BINARI tentang Seputar Autism Spectrum Disorder
6. Leliana Lianty, SPd kepala program life skill clas Perkumpulan Peduli Anak dan dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNJ yang memberikan materi Individualized Education Program (IEP)
7. Melinda RH Kusharto, MPsi tentang Psikologi anak berkebutuhan Khusus : kunci pemahaman pendidikan inklusi
8. Dr. Upik Kesumawati hadi, MS tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pendidikannya