Selasa, 14 April 2009

amandemen Kegiatan Dukungan

Berhubung dengan adanya beberapa kesulitan antara lain :
- Kesulitan untuk mendapatkan tenaga Guru Pembimbing Khusus (GPK) dengan kualifikasi akademik minimal D-IV atau sarjana (S-1) latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan khusus/Pendidikan Luar Biasa, sebagaimana dideskripsikan dalam buku Model Penyelenggaraan Pendidikan Khusus di Provinsi Jawa Barat diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tanggal 3 Juni 2008 Bab IV Sub D Pendidik dan tenaga kependidikan poin 4 (halaman 13),
- waktu yang tersedia untuk rekruitmen sangat singkat
- beberapa tenaga GPK yang saat ini bernaung di bawah YKII sudah terisi penuh jadwalnya dengan pendampingan anak yang lain, maka proposal “Dukungan Proses Belajar-Mengajar Kelas Reguler Inklusi oleh Yayasan Keluarga Istimewa Indonesia Kepada Sekolah Dasar Negeri Semeru 6 Bogor” tanggal 8 April 2009 perlu dilakukan perubahan sebagai berikut :

 Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK-autistik) yang mendapat pendampingan menjadi 4 (empat) anak yaitu yang saat ini duduk di kelas 5; dengan pertimbangan bahwa anak-anak tersebut akan menghadapi Ujian Akhir Nasional tahun 2010 sehingga perlu diprioritaskan
 Jumlah GPK menjadi 1 orang yaitu Ibu Ernawati, SPd., daftar riwayat hidup terlampir
 Durasi pertemuan = 3 x 35’ / 2 ABK / 2 mata pelajaran
 Banyaknya pertemuan 6 x pertemuan berhubung tanggal 9 Mei adalah hari libur nasional
 Jadwal pertemuan terbaru terlampir
 Dengan hanya ada 1 (satu) GPK maka tenaga koordinator dihapuskan

Senin, 13 April 2009

Dukungan Belajar Mengajar Kelas Reguler Inklusi

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama Inhouse Training Pendidikan Inklusi bagi Tenaga Pendidik di SDN Semeru 6 Bogor yang diadakan Januari 2009 yang lalu, YKII kembali mengadakan kerjasama dalam proses belajar mengajar Kelas Reguler Inklusi.
Dukungan tersebut berupa penyediaan tenaga Guru Pembimbing Khusus yang bernaung di bawah YKII untuk kegiatan belajar-mengajar dalam rangka penerapan Kelas Reguler Inklusi Pull Out.

Maksud dan Tujuan
Terselenggaranya pendidikan inklusi di SDN Semeru 6 Bogor dengan baik dan lancar.

KELUARAN

Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan :
1. Kemudahan bagi ABK peserta kegiatan untuk menerima mata pelajaran tertentu yang mengalami hambatan.
2. Contoh kerjasama dan dukungan masyarakat pada kegiatan belajar-mengajar Kelas reguler inklusi ABK khususnya autistik

PERIODE KEGIATAN PENDAMPINGAN
16 APRIL – 30 JUNI 2009 dengan mata kegiatan sebagai berikut :
- Pertemuan teknis awal kegiatan : 25 April 2009
- Pelaksanaan pendampingan : 27April – 15 Juni 2009
- Pertemuan Evaluasi ke 1 : 27 Mei 2009
- Pertemuan Evaluasi ke 2 : 30 Juni 2009

MODEL KELAS INKLUSI
Model pendidikan inklusi yang akan diterapkan pada dukungan ini adalah Model kelas inklusi – pull out, yaitu : ABK belajar bersama anak (normal) di kelas regular namun pada mata pelajaran yang mengalami hambatan anak ditarik dari kelas regular ke ruang sumber (ruang komputer atau lingkungan SD Semeru 6 yang sesuai) untuk belajar dengan guru pembimbing khusus untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran.

JAM & MATA PELAJARAN
Jam pelajaran ditetapkan sebagi berikut :
2 mata pelajaran untuk 1 ABK = 2 x 35 menit / pertemuan
2 mata pelajaran untuk 2 ABK = 3 x 35 menit / pertemuan
Peserta didik ABK yang mengalami hambatan pada mata pelajaran yang sama dan berasal dari kelas yang sama dapat digabungkan dengan rasio maksimum 2 peserta didik : 1 guru pembimbing khusus, kecuali atas pertimbangan lain dapat 1:1
Mata pelajaran yang diberikan adalah mata pelajaran yang berdasarkan evaluasi guru kelas mengalami hambatan.

GURU PEMBIMBING KHUSUS
Guru pembimbing khusus (GPK), adalah tenaga pendidik yang direkrut dan bernaung dibawah YKII bertugas memberikan bimbingan pada mata pelajaran dan jadwal yang ditetapkan. GPK adalah tenaga pendidik yang kompeten dibidangnya yang bekerja paruh waktu dengan honorarium.

GPK bertugas untuk :
1. Membimbing dan mengajar ABK sesuai mata pelajaran dan jadwal pelajaran yang ditetapkan menurut jadwal.
2. Mengevaluasi prestasi masing-masing ABK termasuk memberikan saran dan masukan kepada wali kelas masing-masing.
3. Menghimpun dan mengkompilasi hasil prestasi ABK kepada koordinator kegiatan pendampingan.
4. Menyiapkan semua fasilitas dan alat bantu sebelum dan sesudah pembelajaran.
.
KORDINATOR KEGIATAN PENDAMPINGAN
Kordinator pendampingan adalah tenaga professional yang direkrut oleh YKII yang bekerja paruh waktu selama periode 15 April – 30 Juni 2009, bertugas untuk :
1. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pendampingan agar maksud dan tujuannya tercapai.
2. Menghimpun dan mengkompilasi laporan-laporan, dokumentasi kegiatan.
3. Memeriksa dan memastikan bahwa semua fasilitas dan material / alat bantu pembelajaran sudah tercukupi.
4. Memeriksa dan memastikan bahwa pendampingan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar.
5. Meminta dan mengatur advokasi dari Guru Pembimbing Khusus untuk keberhasilan kegiatan pendampingan dan pemecahan masalah-masalah bilamana ada.
6. Menyusun laporan pelaksanaan, evaluasi dan saran-saran untuk perbaikan dan menyerahkannya kepada YKII dan SDN Semeru 6 Bogor selambat-lambatnya pada 30 juni 2009.

PEMBIAYAAN
Biaya kegiatan pendampingan ini berasal dari pada Kas dan donasi yang dihimpun oleh YKII

Bahan bacaan :
1. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Terpadu/Inklusi yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Luar Biasa, Dirjen. Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, 2004.
2. Model Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Provinsi Jawa Barat yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, 3 Juni 2008

Minggu, 12 April 2009

Hijaulah Sekolahku

Dalam rangka memperingati "World Autism Awareness Day" yang bertepatan pada tanggal 2 April 2009 dan juga "International Earth Day" pada tanggal 22 APRIL 2009 yang sama-sama bertepatan di bulan April ini, YKII akan mengadakan kegiatan bertema " Hijaulah Seklahku". Kegiatan ini akan dilakukan di 3 Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Kota Bogor yaitu di SDN Semeru 6, SDN Perwira dan SDN Batu Tulis 2.
Beberapa rangkaian kegiatan ini antara lain adalah :
- Pemeriksaan hygiene sanitasi makanan yang dijajakan di lingkungan 3 SDN Inklusi, waktu masih konfirmasi
- Presentasi dan pelatihan hygiene sanitasi makanan, 23 April 2009
- Penyehatan lingkungan Sekolah, 25 April 2009
* Ceramah tentang kebersihan lingkungan dan bahaya sampah plastik
* Lomba mengumpulkan sampah yang ada di lingkungan sekolah.
* Demo dan praktek cuci tangan yang baik dan benar.
* Penanaman pohon pelindung, bantuan dari Departemen Kehutanan

Peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini adalah :
- Penjaja makanan di lingkungan SDN Inklusi yang diambil secara acak
- Tenaga dan staff pendidik SDN
- Komite Sekolah
- Para penjaja makanan
- Staff dan tenaga pengajar.
- Peserta didik kelas 3 sd 5
- Komite Sekolah dan para orangtua
- YKII dan para relawan.
- Staff dan customer PT. Triman Sentosatama

Maksud dan Tujuan Kegiatan adalah :
Membangun pengertian tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan suasana 3 buah Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Bogor yang bersih, sehat dan nyaman.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini

Jumat, 10 April 2009

Artikel Peduli Autis

Artikel YKII yang dimuat dalam majalah Bening-BAZNAS (10 April 2009)yang berjudul :

Mereka Butuh Hidup Berdampingan
Memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia)


Fiandi adalah seorang anak ‘istimewa’ penyandang autis yang kini duduk di bangku kelas 3 SD inklusi. Alkisah, suatu hari pada Agustus 2008, ia ditampar orang usai ikut sholat Jumat di sebuah mesjid di Kotamadya Bogor. Salah satu jamaah didekatnya itu merasa terganggu dan langsung memukulnya usai sholat, hanya karena ia tidak fokus saat sholat.

Seberapa kuatkah seorang anak yang baru berusia 9 tahun menahan tamparan orang dewasa? Seberapa besar dampak psikologis sebuah tamparan dibanding rasa sakitnya? Patutkah seorang anak mendapat kekerasan di rumah ibadah pula? Sepatutnyalah Peristiwa yang menyayat hati semacam ini menjadi perhatian kita semua, mengingat masih banyak Fiandi-Fiandi lain yang kurang beruntung di dunia ini.

Taruhlah Tohiro, seorang anak yang juga penyandang autis, ia mempunyai kepedulian yang luar biasa terhadap teman-temannya. Sang anak suka sekali menggambar orang yang sedang bertempur, mengacungkan senapan dan tank lapis baja. Ungkapan akan perlawanannya terhadap kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak khususnya penyandang autis sepertinya.

Bahkan kepedulian tersebut dia ungkapkan secara verbal bahwa perlu adanya Front Pembela Anak Autis (FPAA). FPAA adalah singkatan yang mirip dengan sebuah kelompok yang pernah hangat dalam pemberitaan TV dan koran. Suatu nalar yang spontan dari seorang anak penyandang autis.

Autisme sendiri adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Seorang anak penyandang autis karena dorongan otak yang tidak bisa dikendalikannya selalu ingin bergerak, populer dengan istilah hiperaktif atau hiperkinesis atau puluhan istilah ilmiah lainnya. Otaknya tanpa sebab yang jelas selalu mengirimkan perintah-perintah ke tubuhnya untuk bergerak, “ bergerak!` bergerak !, rasakan sensasi dari sebuah gerakan ! “. Jika tidak tubuhnya yang bergerak/lingkungannya diam maka lingkungangannya yang bergerak dan ia bisa duduk diam memperhatikannya.

Jumlah penyandang autisme di seluruh dunia telah mencapai 35 juta jiwa. Karena itu sudah waktunya untuk bahu membahu meningkatkan kepedulian terhadap masalah autism ini. Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz Al-Nassir yang dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak azasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB. Tanggal 2 April ditetapkan sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Agenda yang akan dibahas adalah penanggulangan autisme di bidang diagnosa, riset, intervensi perilaku pada usia dini dan pengobatan.

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab yang pasti dari gangguan autisme ini. Berbagai terapi terbukti membantu meningkatkan kualitas hidup individu autistik. Penanganan yang sudah tersedia di Indonesia antara lain adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, pendidikan khusus, penanganan medikasi dan biomedis, diet khusus. Penanganan lain seperti integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian suplemen tertentu, sampai terapi dengan lumba-lumba juga sudah tersedia di beberapa kota besar.

Dalam hal pendidikan, kecerdasan setiap individu sangat bervariasi. Karenanya, intensitas gejala autistik yang ada pada setiap individu juga tidak sama, maka kemungkinan pendidikan bagi individu autistik bervariasi dari ‘bisa mencapai pendidikan setinggi-tinggi mungkin’, sampai ‘tidak bisa dididik tetapi hanya dapat dilatih saja’.

Karena autisme merupakan gangguan perkembangan dan bukan suatu penyakit, sehingga tidak bisa diistilahkan “dapat disembuhkan“. Hanya individu autistik ini dapat ditatalaksana agar bisa berbaur dengan individu lain di masyarakat luas semaksimal mungkin, dan pada akhirnya dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang juga dihadapi orang lain pada umumnya.

Peristiwa penamparan ini hanyalah puncak sebuah gunung es. Kami para orangtua dan anak penyandang autis memikul seluruh berat gunung es itu. Anak-anak kami yang dijahili (bullying) di sekolah, mata yang melotot, dicibir ketika kami bawa anak kami ke dunia luar, dan perlakuan yang diskriminatif lainnya telah kami dapatkan. Di hari spesial memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia ini, Kami hanya ingin merasakan hak kami untuk hidup berdampingan, saling pengertian dan jauh dari kekerasan.

Senin, 06 April 2009

ULTAH YKII










Bertepatan dengan "Autism Awareness Day" 2 April 2009 ini, YKII juga merayakan hari jadinya yang pertama. Syukuran ini dilakukan di tempat terapi Berkuda di Kandang Kuda Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada hari minggu, tanggal 5 April 2009.









Syukuran ini dihadiri oleh para pengurus dan juga anggota yang terdiri dari para orangtua, warga istimewa (ABK), relawan, terapis dan semua orang/pihak yang memberikan perhatian terhadap ABK. Semoga di tahun-tahun berikutnya YKII mampu memberikan yang terbaik untuk para penyandang autis khususnya. Mohon dukungan dan doanya.

Kamis, 02 April 2009

AUTISM AWARENESS DAY

YKII turut mengucapkan...peduli for autism, kapanpun, dimanapun. Semoga semakin banyak yang memberikan perhatian kepada mereka.